Skip to main content

Sajak Malam



Hai fai, selamat bermalam sendu…

Lama tak berbincang denganmu. Bagaimana kabarmu hari ini? Semoga selalu baik-baik saja.
Malam ini akan kuceritakan padamu tentang kumbang yang suka datang dan pulang. Sekedar singgah diantara bunga-bunga yang merekah diantara malam-malamku yang menggantung ditepian pagi yang lenggang. Aku tak pernah berharap apa-apa, sebab aku tak pernah menanam harap. Untuk apa, tak ada yang bisa dituai selain segenggam bantalan yang akan remuk entah jadi apa.

Seperti layang-layang tanpa benang, aku ingin leluasa terbang . Menyentuh awan-awan yang menghampar sejauh jalur yang terbentang. Mungkin disana tempat paling tepat menanam. Menanam rindu pada Tuhan, tempat semua akan berpulang.

Hai kumbang hitam, agaknya aku tak akan lagi berbagi malamku denganmu. Ya, malam tempat berbincang dalam sepi kata yang didiamkan. Biarkan aku menikmati waktuku dengan kata. Berdua saja.
Fai, sampaikan pada kumbang hitam, selamat bertemu di jalan pulang. Bukan diam yang kumau dalam setiap pertemuan. Lalu apa yang bisa aku lakukan?
sebagai kumbang aku hanya akan terbang


Hai kumbang hitam, selamat bertemu di jalan pulang. Dan seperti yang kau suka, aku akan diam. Ya, dalam diam kita akan sama-sama menunggu, siapa yang akan saling meninggalkan…

Comments

Popular posts from this blog

KERRABAN SAPE

Bila aku mengingat tentang kerapan sapi Air mataku bertetesan Karena aku merasakan sakitnya pantat sapi yang dilukai dengan paku Seandainya aku yang dilukai? Mereka tak punya perasaan Sangat kejam Hanya berpikir tentang uang dan kemenangan!!! Jika pantat mereka yang dilukai Pasti mereka melapor ke polisi

KEMBALI PADA MASA LALU

Aku ingin kembali pada masa lalu Masa lalu ketika terlahir dari rahim ibuku Dimana aku mendapatkan teman sejati Teman yang tak pernah berkhianat padaku Waktu semakin berjalan Mengikuti arus bumi Umurku tak lagi panjang Dan semuanya akan berlalu Tuhan, aku ingin memutar waktu Kembali pada masa lalu Masa lalu yang indah Masa lalu yang menyenangkan Mustahil! Jika aku bisa memutar waktu Dan kembali pada masa lalu Karena waktu telah berjalan mengikuti arus bumi ini

TENTANG PANTAIKU

Hari ini jadi saksi Tinta hitam kertas putih Perahu kayu Dan burung-burung yang bersandiwara Pantaiku dikerumuni bakau Burung-burung bermain sandiwara Bersama lantunan syair berdesir dari angin semilir