Skip to main content

Kucing Biru Tua

Kucing biru tua berlari-lari dari utara, yang dikejar juga tak jelas rupanya. Dalam gelap malam, siapa yang bisa membaca?

Ada yang berbisik di telinganya, bunyinya seperti gesekan batu ditempa raksasa. Kucing biru tua diam saja, berlari ke arah tenggara.

Kucing biru tua, stereo matanya. Berpendaran dalam bias lentera. Memetik bunga yang terapung tak terbaca. Bunga sepatu yang akan membantu menjejak diantara jatuh yang tak berkesudahan. Siapa yang rela menjulurkan tangan ke angkasa? Kucing biru tua terpingkal kecil dalam hatinya.

Kembali berlari ke barat daya, yang dikejar semakin tak jelas rupanya. Tapi kucing biru tua selalu tahu artinya. Diam dan membuktikan yang tak dikira. Siapa yang bisa menduga selain Pemilik kuasa. 

Kucing biru tua, tebal telinganya. Sesekali terdengar riuh rendah deru mesin tua. Biarkan saja, terus berlari ke arah merah merona. Berlari diantara kepungan abjad-abjad sampai senja merampas usia. 

Kucing biru tua, Tak ada yang bisa membaca kemana akan melabuhkan raganya.

Comments

Popular posts from this blog

KERRABAN SAPE

Bila aku mengingat tentang kerapan sapi Air mataku bertetesan Karena aku merasakan sakitnya pantat sapi yang dilukai dengan paku Seandainya aku yang dilukai? Mereka tak punya perasaan Sangat kejam Hanya berpikir tentang uang dan kemenangan!!! Jika pantat mereka yang dilukai Pasti mereka melapor ke polisi

KEMBALI PADA MASA LALU

Aku ingin kembali pada masa lalu Masa lalu ketika terlahir dari rahim ibuku Dimana aku mendapatkan teman sejati Teman yang tak pernah berkhianat padaku Waktu semakin berjalan Mengikuti arus bumi Umurku tak lagi panjang Dan semuanya akan berlalu Tuhan, aku ingin memutar waktu Kembali pada masa lalu Masa lalu yang indah Masa lalu yang menyenangkan Mustahil! Jika aku bisa memutar waktu Dan kembali pada masa lalu Karena waktu telah berjalan mengikuti arus bumi ini

TENTANG PANTAIKU

Hari ini jadi saksi Tinta hitam kertas putih Perahu kayu Dan burung-burung yang bersandiwara Pantaiku dikerumuni bakau Burung-burung bermain sandiwara Bersama lantunan syair berdesir dari angin semilir