Skip to main content

Negeri Anai-anai

Aku akan pergi,
dan kita tak akan berjumpa lagi
Entah kapan akan kembali
Aku tak tahu pasti
Kau pasti mengira
Betapa tidak setianya aku

Kalau begitu, bolehkah aku balik bertanya
tentang kawan yang kau tinggal begitu saja?

Negeri ini sudah jauh berbeda,
Banyak yang tertinggal dan meninggalkannya
Bila musim baik datang,
Kau kembali dengan suka cita
Menemui kawan yang susah tiada tara
Apa lagi yang ingin kau habisi?
Mungkin hanya angin yang tersisa
Mengirim pesan dengan setia

Musim bergulir
dan kau kembali berkemas
Apa yang perlu dibawa selain hati nurani?

Sepasang baju baru
Menemani pengembaraan dini hari
Dimana kau tinggalkan kawan yang memeras darah?
Negeri ini sudah terlalu renta
Lalu maukah kau berpikir dan berbenah diri
Memakaikan sepasang selendang warna warni,
Meninggalkan ego yang menggoda diri

Sekeping nirwana di depan mata
Tapi buat apa kalau harus sendiri menikmati cerita?


Negeri ini sudah terlalu menguras tenaga
Harusnya kau kembali mencerna
tentang tanah yang melahirkan tanpa kenal siapa


Comments

Popular posts from this blog

Untitled

Suatu ketika, sebelum keberangkatanku ke tanah ini, Rama berkata " Berkawanlah dengan orang banyak, tak usah cari perkara. Sebab kawan yang melapangkan jalanmu". Dan semenjak itu aku semakin meyakini kekuatan tali persaudaraan dari seorang teman. Aku bahkan pernah menjalin suatu hubungan asmara (yang tidak sepatutnya terjadi) dengan teman kecilku ketika aku beranjak remaja (SMP) hingga gerbang perkuliahan. Sekian lama hubungan itu dirajut, aku baru sadar bahwa seorang teman adalah teman, bukan pacar, bisa jadi teman adalah pacar, tapi tidak semua bisa begitu. Di akhir hubungan itu, dapat ditarik kesimpulan lebih baik menjadi teman. Sebab jika awalnya "diniatkan" menjadi teman, akan susah menjadi pacar, pun sebaliknya (Anggap saja sebagai latar belakang tulisan, walaupun sedikit curhat). Main-main di Kepetingan. Seru! Di masa perkuliahan bertemu dengan banyak teman baru. Banyak pengalaman berjalan sendiri tanpa dekapan orang tua di tanah rantau. Banyak ...

HILANG

Angin menyanyi Burung menari Terbanglah ia Bagai peri kedamaian Lalu hilang Mati ditembus peluru pemburu Membusukkan kenanganYang sempat tumbuh dalam nyanyian kalbu

KERRABAN SAPE

Bila aku mengingat tentang kerapan sapi Air mataku bertetesan Karena aku merasakan sakitnya pantat sapi yang dilukai dengan paku Seandainya aku yang dilukai? Mereka tak punya perasaan Sangat kejam Hanya berpikir tentang uang dan kemenangan!!! Jika pantat mereka yang dilukai Pasti mereka melapor ke polisi