Skip to main content

Rumah di Puncak Gunung


: Keluarga Fai

Yah, aku tengah mendaki. Ingin berlari, tapi tak bisa. Dan aku merangkak. Sebab aku masih ingat, di puncak sana ada titik yang aku tanam. Sekeping mimpi dalam tekad bulat. Bulat, tidak satu tapi banyak. Polkadot yang menemaniku merangkak. Kalau lelah datang dan ingin menyerah, satu per satu bulatnya akan meninggalkanku. Ah, ini tak boleh  terjadi.

Yah, dimana aku harus beristirahat? Menikmati perbekalan yang ibu bawakan untukku. Sebatang coklat, sebotol susu. Sungguh pasangan yang serasi. Layaknya kau dan ibu. Rupanya ibu cukup romantis melambangkan cintamu dan cintanya padaku. Jalannya semakin menanjak,yah. Hampir saja aku terjatuh. Dan sekali lagi ini tak boleh terjadi. Kalau tidak, aku tak akan mendapatkan apa-apa atas apa yang telah aku tanam.

Yah, dari kejauhan kepingan itu muncul perlahan dari rumah di puncak gunung. Tepat seperti yang kita harapkan. Rumah di puncak gunung. Di sekelilingnya ada danau juga hutan yang begitu teduh. Tak ada mobil, tak ada monster raksasa yang menyemburkan kentutnya ke rumah kita. Rumah di puncak gunung itu rumah kita. Yah, katakan pada ibu, ada ruangan khusus untuknya, mengajariku kembali membaca. Adalah peta masa depan yang ibu kenalkan padaku, tepat awal ibu mengajariku membaca. Empat belas tahun yang lalu. Yah, katakan pula pada adik, disini tak ada mobil yang sering adik rangkai untuk dipamerkannya padaku. Mobil yang kentutnya bau. Katakan hanya ada sampan yang akan mengantar kita ke puncak tak hingga katakata : rumah kita.

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Sepenggal Kisah Dua Bersaudara

Adalah cerita anak pertama dan kedua yang sangat berbeda. Akulah tokoh anak pertama itu. Panggil Fai. Semenjak aku dilahirkan aku ditakdirkan menjadi anak tunggal sampai usiaku kurang lebih 5 tahun 4 bulan. Sebagai anak tunggal ketika itu, aku merasa kesepian di rumah. Hanya ada ayah dan ibu. Ya, hanya ada tiga tokoh di rumahku. Ditambah lagi, keluargaku yang perantau, membuat kami benar-benar hanya bertiga di kota tempat aku di besarkan -Sumenep -. Tentu masih ada tetangga di sekitar rumahku,ya untunglah mereka begitu ramah dan dekat dengan keluargaku. Sayangnya, walau begitu anak-anak seusiaku ketika itu lebih banyak berjenis kelamin laki-laki. Mungkin dengan alasan itu dulu aku menjadi sedikit tomboy. Tak ada cerita bermain boneka, yang ada hanya bermain layang-layang, kelereng, kerapan sapi ( yang terbuat dari karet), dan bermain sepeda. Aku tidak suka bermain boneka, walaupun ayah suka membelikanku boneka, terhitung beberapa koleksi boneka yang pernah aku miliki, seperti pengu...

Untitled

Suatu ketika, sebelum keberangkatanku ke tanah ini, Rama berkata " Berkawanlah dengan orang banyak, tak usah cari perkara. Sebab kawan yang melapangkan jalanmu". Dan semenjak itu aku semakin meyakini kekuatan tali persaudaraan dari seorang teman. Aku bahkan pernah menjalin suatu hubungan asmara (yang tidak sepatutnya terjadi) dengan teman kecilku ketika aku beranjak remaja (SMP) hingga gerbang perkuliahan. Sekian lama hubungan itu dirajut, aku baru sadar bahwa seorang teman adalah teman, bukan pacar, bisa jadi teman adalah pacar, tapi tidak semua bisa begitu. Di akhir hubungan itu, dapat ditarik kesimpulan lebih baik menjadi teman. Sebab jika awalnya "diniatkan" menjadi teman, akan susah menjadi pacar, pun sebaliknya (Anggap saja sebagai latar belakang tulisan, walaupun sedikit curhat). Main-main di Kepetingan. Seru! Di masa perkuliahan bertemu dengan banyak teman baru. Banyak pengalaman berjalan sendiri tanpa dekapan orang tua di tanah rantau. Banyak ...

Ucapan Sederhana Anak Pertama

14 Juli 2013 pukul 13:20  " Ini hanya ucapan sederhana dari anak pertama. Ucapan anak pertama untuk ayahnya pada harinya, hari yang telah memberikan setangkai usia dari yang Kuasa. Karena anak kedua kesulitan merangakai kata, maka izinkanlah anak pertama yang mewakilinya ",   : Air mengalir// Usiamu berjalan menuju ke hilir// Mencari akhir…  Ucapan yang sama yang pernah kau berikan padaku di awal usia 14ku. Hahaha… masih ingat kan… Selamat ulang tahun,ramahku,guruku,superheroku,sahabatku.... semoga selalu diberikan keberkahan di setiap pertambahan usiamu,diberikan kesehatan,diberikan kebahagiaan. Semoga tujuan kita tercapai. Hehe..Aamiin…   Tak terasa angka 4 dan 7 hinggap di ladangmu. Ladang yang telah kau tanami segala ilmu untuk keluargamu. Rumput-rumput meranggas pada karat besi yang terus kau asah hingga tak pernah tumpul kau pakai. Rasanya kemarin usiamu baru 30-an, saat masih senang-senangnya menceritakanku raksasa tua yang tamak dan buta. Ra...