Skip to main content

Di Ujung Selasar



Di ujung selasar
Aku berjalan sendiri
Tak beralas apa-apa
Dan tanpa alasan apa-apa
Introvertkah aku?
Oh tentu tidak
MenemuiNya  yang kurindukan

Kau tau ada berapa tiang disana?
5 tiang utama, 2 tiang tambahan
Dan ada banyak tiang lain
yang harus aku cari sendiri
Lalu maukah kau menemani perjalananku?
Mencari siluet pada jalan-jalan yang kulalui
yang berwarna hitam
Memang hitam
dan karena hitam aku ingin
merekam seberapa panjang waktu
yang aku lemparkan di ujung jurang

Di ujung selasar
Aku patrikan beberapa janji
Entah akan terbawa angin
atau kah tetap setia disana
Menemaniku mencari siluet yang sama

Ah aku tak ingin pergi
Menikmati 5 tiang utama dan 2 tiang tambahan
Bahkan menemukan tiang-tiang yang lain
di ujung selasar

Comments

Popular posts from this blog

KERRABAN SAPE

Bila aku mengingat tentang kerapan sapi Air mataku bertetesan Karena aku merasakan sakitnya pantat sapi yang dilukai dengan paku Seandainya aku yang dilukai? Mereka tak punya perasaan Sangat kejam Hanya berpikir tentang uang dan kemenangan!!! Jika pantat mereka yang dilukai Pasti mereka melapor ke polisi

KEMBALI PADA MASA LALU

Aku ingin kembali pada masa lalu Masa lalu ketika terlahir dari rahim ibuku Dimana aku mendapatkan teman sejati Teman yang tak pernah berkhianat padaku Waktu semakin berjalan Mengikuti arus bumi Umurku tak lagi panjang Dan semuanya akan berlalu Tuhan, aku ingin memutar waktu Kembali pada masa lalu Masa lalu yang indah Masa lalu yang menyenangkan Mustahil! Jika aku bisa memutar waktu Dan kembali pada masa lalu Karena waktu telah berjalan mengikuti arus bumi ini

TENTANG PANTAIKU

Hari ini jadi saksi Tinta hitam kertas putih Perahu kayu Dan burung-burung yang bersandiwara Pantaiku dikerumuni bakau Burung-burung bermain sandiwara Bersama lantunan syair berdesir dari angin semilir