Skip to main content

Kampus Perjuangan


Aku sempat kesal ketika SMA dulu ramah melarangku menimba ilmu di kota orang. Alasan yang waktu itu cukup masuk akal. Okelah, tak apa. Toh akhirnya sekarang aku bahkan telah lulus dari SMAku ini. Cita-citaku untuk belajar sastra di bangku kuliah secara formal juga aku tinggalkan. Karena ternyata setelah dipikirkan dengan sangat matang, banyak misi yang harus dikerjakan.

Kebetulan ketika di SMA dulu, ada tiga orang putra guru yang mengajar di SMAku (selain aku) yang seangkatan denganku. Entah mengapa mereka memutuskan untuk mengabdikan diri di bidang kesehatan (kedokteran), hanya aku yang memutuskan memilih jalan yang berbeda. Melihat dunia pendidikan dan kondisi lingkunganku yang kian caruk maruk, membuatku tertarik untuk andil memperbaiki masalah ini.

Dan akhirnya sekarang aku diberikan kesempatan oleh Sang Sutradara untuk belajar lebih tentang lingkungan. Belajar berjuang di kampus perjuangan ini. Perjalananku mencapai kampus ini memang tidak mudah. Selain kemampuan akademikku yang pas-pasan, juga tentunya banyak pejuang lain yang ingin menempuh study di kampus ini. Dengan menempuh SNMPTN tulis, akhirnya Sutradara itu kasihan melihatku. Melihat makhluk yang ingin sekali menjadi yang terbaik untuk kedua induknya, juga menjadi contoh yang baik untuk saudaranya.

Di belakang pintu kamarku, banyak coretan saksi betapa aku ingin (sekali) belajar di kampus perjuangan ini. Dan itu terkabul ( Alhamdulillah). Banyak hal yang didapatkan tentang perjuangan dan doa di tempat ini.  Tahun pertama sudah aku selesaikan. Semoga aku bisa bertahan hingga scenario ini usai. Aamiin…

Comments

Popular posts from this blog

Sepenggal Kisah Dua Bersaudara

Adalah cerita anak pertama dan kedua yang sangat berbeda. Akulah tokoh anak pertama itu. Panggil Fai. Semenjak aku dilahirkan aku ditakdirkan menjadi anak tunggal sampai usiaku kurang lebih 5 tahun 4 bulan. Sebagai anak tunggal ketika itu, aku merasa kesepian di rumah. Hanya ada ayah dan ibu. Ya, hanya ada tiga tokoh di rumahku. Ditambah lagi, keluargaku yang perantau, membuat kami benar-benar hanya bertiga di kota tempat aku di besarkan -Sumenep -. Tentu masih ada tetangga di sekitar rumahku,ya untunglah mereka begitu ramah dan dekat dengan keluargaku. Sayangnya, walau begitu anak-anak seusiaku ketika itu lebih banyak berjenis kelamin laki-laki. Mungkin dengan alasan itu dulu aku menjadi sedikit tomboy. Tak ada cerita bermain boneka, yang ada hanya bermain layang-layang, kelereng, kerapan sapi ( yang terbuat dari karet), dan bermain sepeda. Aku tidak suka bermain boneka, walaupun ayah suka membelikanku boneka, terhitung beberapa koleksi boneka yang pernah aku miliki, seperti pengu...

Untitled

Suatu ketika, sebelum keberangkatanku ke tanah ini, Rama berkata " Berkawanlah dengan orang banyak, tak usah cari perkara. Sebab kawan yang melapangkan jalanmu". Dan semenjak itu aku semakin meyakini kekuatan tali persaudaraan dari seorang teman. Aku bahkan pernah menjalin suatu hubungan asmara (yang tidak sepatutnya terjadi) dengan teman kecilku ketika aku beranjak remaja (SMP) hingga gerbang perkuliahan. Sekian lama hubungan itu dirajut, aku baru sadar bahwa seorang teman adalah teman, bukan pacar, bisa jadi teman adalah pacar, tapi tidak semua bisa begitu. Di akhir hubungan itu, dapat ditarik kesimpulan lebih baik menjadi teman. Sebab jika awalnya "diniatkan" menjadi teman, akan susah menjadi pacar, pun sebaliknya (Anggap saja sebagai latar belakang tulisan, walaupun sedikit curhat). Main-main di Kepetingan. Seru! Di masa perkuliahan bertemu dengan banyak teman baru. Banyak pengalaman berjalan sendiri tanpa dekapan orang tua di tanah rantau. Banyak ...

Ucapan Sederhana Anak Pertama

14 Juli 2013 pukul 13:20  " Ini hanya ucapan sederhana dari anak pertama. Ucapan anak pertama untuk ayahnya pada harinya, hari yang telah memberikan setangkai usia dari yang Kuasa. Karena anak kedua kesulitan merangakai kata, maka izinkanlah anak pertama yang mewakilinya ",   : Air mengalir// Usiamu berjalan menuju ke hilir// Mencari akhir…  Ucapan yang sama yang pernah kau berikan padaku di awal usia 14ku. Hahaha… masih ingat kan… Selamat ulang tahun,ramahku,guruku,superheroku,sahabatku.... semoga selalu diberikan keberkahan di setiap pertambahan usiamu,diberikan kesehatan,diberikan kebahagiaan. Semoga tujuan kita tercapai. Hehe..Aamiin…   Tak terasa angka 4 dan 7 hinggap di ladangmu. Ladang yang telah kau tanami segala ilmu untuk keluargamu. Rumput-rumput meranggas pada karat besi yang terus kau asah hingga tak pernah tumpul kau pakai. Rasanya kemarin usiamu baru 30-an, saat masih senang-senangnya menceritakanku raksasa tua yang tamak dan buta. Ra...