Aku sempat kesal ketika SMA dulu ramah melarangku menimba ilmu di kota orang. Alasan yang waktu itu cukup masuk akal. Okelah, tak apa. Toh akhirnya sekarang aku bahkan telah lulus dari SMAku ini. Cita-citaku untuk belajar sastra di bangku kuliah secara formal juga aku tinggalkan. Karena ternyata setelah dipikirkan dengan sangat matang, banyak misi yang harus dikerjakan.
Kebetulan ketika di SMA dulu, ada tiga orang putra guru yang
mengajar di SMAku (selain aku) yang seangkatan denganku. Entah mengapa mereka
memutuskan untuk mengabdikan diri di bidang kesehatan (kedokteran), hanya aku
yang memutuskan memilih jalan yang berbeda. Melihat dunia pendidikan dan
kondisi lingkunganku yang kian caruk maruk, membuatku tertarik untuk andil
memperbaiki masalah ini.
Dan akhirnya sekarang aku diberikan kesempatan oleh Sang
Sutradara untuk belajar lebih tentang lingkungan. Belajar berjuang di kampus
perjuangan ini. Perjalananku mencapai kampus ini memang tidak mudah. Selain
kemampuan akademikku yang pas-pasan, juga tentunya banyak pejuang lain yang
ingin menempuh study di kampus ini. Dengan menempuh SNMPTN tulis, akhirnya
Sutradara itu kasihan melihatku. Melihat makhluk yang ingin sekali menjadi yang
terbaik untuk kedua induknya, juga menjadi contoh yang baik untuk saudaranya.
Di belakang pintu kamarku, banyak coretan saksi betapa aku
ingin (sekali) belajar di kampus perjuangan ini. Dan itu terkabul (
Alhamdulillah). Banyak hal yang didapatkan tentang perjuangan dan doa di tempat
ini. Tahun pertama sudah aku selesaikan.
Semoga aku bisa bertahan hingga scenario ini usai. Aamiin…
Comments
Post a Comment