Skip to main content

Lanjutan Coretan Anak Kos



/4/

Juli,2013

Akhirnya libur juga. Akhirnya bisa bertemu Ramah,Ibuk, dan Azmil. Ujian semester genap terselesaikan,tugas besar juga. hehe.. aku akan bercerita sedikit tentang mata kuliah yang aku hadapi di semester  duaku. Tentang mata kuliah Gartek (Menggambar Teknik) yang aku rasa paling berat. Berat,karena aku kesulitan dalam mengambar. hehehe (aku tak pintar soal ini, soal yang lain aku juga biasa saja). Entah mengapa aku kesulitan menggambar,kesuliten membuat garis lurus. Tugas gambar rumah jaga dan bangunan Istalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) yaitu bangunan Filter akhirnya selesai. Gambar-gambar yang berjuang di ujung malam. Ada seorang lelaki yang terus menyemangatiku untuk tidak berhenti belajar. Ini salah satu pesan singkatnya padaku :
“ Kau tahu?, Nabi Adam itu tak bisa apa-apa. Diajari lalu bisa. Tak ada yang sulit bagi Tuhan, sebab Dia yang memiliki ilmu. Maka minta dan belajarlah. Sekeras-keras batu akhirnya tergores dan belah oleh tetes-tetes air. Semangat…”
Lelaki itu memang motivator buatku. Lelaki terhebat yang telah menyumbangkan selnya padaku. Satu-satunya lelaki yang menerima teori sel lumpiaku dulu pada pembelajaran biologi ketika SMA dulu. Adalah ramah.
Akhirnya juga aku pindah kos. Sebut saja kos Lily. Kos yang dengan Laundry Lily. Ada beberapa tokoh baru di kosku ini.
1.      Lucy, sahabat baruku. Unik. Sahabat yang baik, lucu, pintar, strong. Hahaha... Dia suka bintang dan biru. Dia juga satu jurusan denganku.
2.      Aulia Husada (Auhus), sahabat yang lucu, baik,pintar. Dia juga suka teledor. Haahaha.. dia juga satu jurusan denganku. (kamar di kosku Cuma tiga, dan semua penghuninya adalah mahasiswi Teknik Lingkungan FTSP ITS)
3.      Mbak Sani, Mbak Yussy, Mbak Widya; mereka adalah pemilik Lily Laundry. Senang, karena tak usah jauh-jauh mencari tempat laundry. Mereka semua ramah. Sehingga membuat kami betah.
Oh iya, di kos baruku ini tidak ber-ibu kos. Karena ibu kosku (Bu Rus) tinggal terpisah dari kosku ini. Tidak ada jam malam juga. Di tempat ini aku juga ditemani dengan dua temanku (baca : kaktus). Namanya Biangla dan Mohaw. Aku suka kaktus sejak dulu. Sebab kaktus terlihat cantik dan kuat.

Tentang liburanku,  banyak kuhabiskan dengan tidur balas dendam. Dan aku mengakui ini tidak baik, sebab menjadi tidak produktif. Hingga aku akali dengan meneruskan hoby berceritaku,juga hunting foto amatiran.
Liburan yang juga bertepatan dengan bulan Ramadhan. Lagi-lagi scenario yang menyenangkan. Terimakasih Ya Rabb…


Comments

Popular posts from this blog

Untitled

Suatu ketika, sebelum keberangkatanku ke tanah ini, Rama berkata " Berkawanlah dengan orang banyak, tak usah cari perkara. Sebab kawan yang melapangkan jalanmu". Dan semenjak itu aku semakin meyakini kekuatan tali persaudaraan dari seorang teman. Aku bahkan pernah menjalin suatu hubungan asmara (yang tidak sepatutnya terjadi) dengan teman kecilku ketika aku beranjak remaja (SMP) hingga gerbang perkuliahan. Sekian lama hubungan itu dirajut, aku baru sadar bahwa seorang teman adalah teman, bukan pacar, bisa jadi teman adalah pacar, tapi tidak semua bisa begitu. Di akhir hubungan itu, dapat ditarik kesimpulan lebih baik menjadi teman. Sebab jika awalnya "diniatkan" menjadi teman, akan susah menjadi pacar, pun sebaliknya (Anggap saja sebagai latar belakang tulisan, walaupun sedikit curhat). Main-main di Kepetingan. Seru! Di masa perkuliahan bertemu dengan banyak teman baru. Banyak pengalaman berjalan sendiri tanpa dekapan orang tua di tanah rantau. Banyak ...

HILANG

Angin menyanyi Burung menari Terbanglah ia Bagai peri kedamaian Lalu hilang Mati ditembus peluru pemburu Membusukkan kenanganYang sempat tumbuh dalam nyanyian kalbu

KERRABAN SAPE

Bila aku mengingat tentang kerapan sapi Air mataku bertetesan Karena aku merasakan sakitnya pantat sapi yang dilukai dengan paku Seandainya aku yang dilukai? Mereka tak punya perasaan Sangat kejam Hanya berpikir tentang uang dan kemenangan!!! Jika pantat mereka yang dilukai Pasti mereka melapor ke polisi