Skip to main content

Seribu Tahun



Naga-naga biru berbaris di tepi mulutmu
melenguhkan suara hitam
Suara grojok grojok grojok
yang akan membangunkanmu dari mimpi
bulan yang temaram.
Sungguh tak ada yang boleh lelah, sebab
lelah hanya milik para pemalas.

Setiap kedatanganku kita selalu berbincang
tentang burung-burung yang berbaring di etalase toko,
tentang tanah matahari yang kau janjikan untuknya.

Tapi karena janji memang tak lekat,
maka berhamburlah semuanya.
Bertetasan menuju semak, pori tanah
dan mengendap membentuk akuifer baru.

Seribu tahun lagi saat sayap itu tumbuh di tubuhmu,
bersiaplah! Tuhan  mencemplungkanmu ke lautan darah.
Selamat berputar, menghambur, dan menyatukan
pecahan tubuhmu dengan hujan tawas.

Selamat mengendapkan buih yang membungkus
abu-abu bidakmu. Lalu mengalirlah saat kuda putih
kembali berlari dan jangan lupa genapi mata kata
untuk mereka yang rabun keloknya.

Comments

Popular posts from this blog

KERRABAN SAPE

Bila aku mengingat tentang kerapan sapi Air mataku bertetesan Karena aku merasakan sakitnya pantat sapi yang dilukai dengan paku Seandainya aku yang dilukai? Mereka tak punya perasaan Sangat kejam Hanya berpikir tentang uang dan kemenangan!!! Jika pantat mereka yang dilukai Pasti mereka melapor ke polisi

KEMBALI PADA MASA LALU

Aku ingin kembali pada masa lalu Masa lalu ketika terlahir dari rahim ibuku Dimana aku mendapatkan teman sejati Teman yang tak pernah berkhianat padaku Waktu semakin berjalan Mengikuti arus bumi Umurku tak lagi panjang Dan semuanya akan berlalu Tuhan, aku ingin memutar waktu Kembali pada masa lalu Masa lalu yang indah Masa lalu yang menyenangkan Mustahil! Jika aku bisa memutar waktu Dan kembali pada masa lalu Karena waktu telah berjalan mengikuti arus bumi ini

TENTANG PANTAIKU

Hari ini jadi saksi Tinta hitam kertas putih Perahu kayu Dan burung-burung yang bersandiwara Pantaiku dikerumuni bakau Burung-burung bermain sandiwara Bersama lantunan syair berdesir dari angin semilir