Naga-naga biru berbaris di tepi
mulutmu
melenguhkan suara hitam
Suara grojok grojok grojok
yang akan membangunkanmu dari mimpi
bulan yang temaram.
Sungguh tak ada yang boleh lelah,
sebab
lelah hanya milik para pemalas.
Setiap kedatanganku kita selalu berbincang
tentang burung-burung yang
berbaring di etalase toko,
tentang tanah matahari yang kau
janjikan untuknya.
Tapi karena janji memang tak lekat,
maka berhamburlah semuanya.
Bertetasan menuju semak, pori tanah
dan mengendap membentuk akuifer baru.
Seribu tahun lagi saat sayap itu
tumbuh di tubuhmu,
bersiaplah! Tuhan mencemplungkanmu ke lautan darah.
Selamat berputar, menghambur, dan
menyatukan
pecahan tubuhmu dengan hujan tawas.
Selamat mengendapkan buih yang
membungkus
abu-abu bidakmu. Lalu mengalirlah
saat kuda putih
kembali berlari dan jangan lupa
genapi mata kata
untuk mereka yang rabun keloknya.
Comments
Post a Comment