Skip to main content

Rindu



Dan bagaimana saya menjadi tidak rindu. Ketika semuanya berjalan dan tak terkendalikan. Sebegitu angkuhkah waktu hingga kau sengaja menyeret semua yang ada pada diri juga kenangan. Saya rindu kejujuran. Sebegitu angkuhkah waktu saat hampir semua yang kau lihat tak lebih dari sekedar kebohongan belaka. Bukankah jujur lebih menenangkan hati?. Saya rindu kepolosan dan ketulusan. Ketika tangan menggenggam dan memeluk semua yang membutuhkan. Atau merelakan bahu untuk  bersandar walaupun sejenak. Begitu angkuhkah waktu hingga kau pandai sekali menyibukkan makhluk di bumi ini?. Hai, waktu. Bukan kau yang kusebut sahabat, yang siap meninggalkan tanpa pesan. Begitu angkuhkah kau hingga selalu mengikuti jejak langkah dan mengantarkan pada tumpukan tugas yang tak pernah usai?.
Saya rindu sahabat.  Saya rindu menatap gemintang dan bulan yang merekah di langit merah di hari yang awal. Kusebut ia Pollux. Saya rindu bermain atau mungkin sekedar melipat kertas menjadi bintang. Hai sahabat, aku tak pernah lupa kau yang mengajariku melipatnya saat SMP dulu. Kusebut ia Laksmi dan Vila. Saya rindu perjalanan, gelak tawa dan cerita masa lalu. Kusebut ia KIVLAI. Begitu angkuhkah waktu hingga setiap kebiasaan dapat hilang seketika karena rentetan entah yang dapat disebut apa. Saya rindu kamar tidur, sawah, pelabuhan, taman kota, rumah, ayah, ibuk, adik. Saya rindu rumah. Saya ingin pulang, mungkin untuk sekedar menghapus kejenuhan atau untuk menata lagi satu per satu yang pergi dan entah akan kembali atau tidak.
 

Comments

Popular posts from this blog

TANGISAN MALAM

Malam datang dengan sejuta mimpi Malam ingin punya teman Teman sejati Bintang enggan datang Bulan pun begitu Mereka sibuk dengan dunianya sendiri Tenanglah malam Aku rela menjadi teman sejatimu Jangan teruskan tangisanmu Aku iba mendengarnya

KEMBALI PADA MASA LALU

Aku ingin kembali pada masa lalu Masa lalu ketika terlahir dari rahim ibuku Dimana aku mendapatkan teman sejati Teman yang tak pernah berkhianat padaku Waktu semakin berjalan Mengikuti arus bumi Umurku tak lagi panjang Dan semuanya akan berlalu Tuhan, aku ingin memutar waktu Kembali pada masa lalu Masa lalu yang indah Masa lalu yang menyenangkan Mustahil! Jika aku bisa memutar waktu Dan kembali pada masa lalu Karena waktu telah berjalan mengikuti arus bumi ini

KERRABAN SAPE

Bila aku mengingat tentang kerapan sapi Air mataku bertetesan Karena aku merasakan sakitnya pantat sapi yang dilukai dengan paku Seandainya aku yang dilukai? Mereka tak punya perasaan Sangat kejam Hanya berpikir tentang uang dan kemenangan!!! Jika pantat mereka yang dilukai Pasti mereka melapor ke polisi