Skip to main content

Pintu Waktu

Pintu merah jambu ini telah ditutup
pada kelopak malammu
dengan daun yang silih berganti gugur
dan tumbuh pada pucuk hati yang tak menentu

Kau lemparkan senyum,
lambaian tangan,
mengantarmu pergi dengan koper usang.

Aku sama sekali tak ingin mengejarmu
Sebab aku harus memasuki pintu waktu baru
menyusun glicocalyx
Hingga aku mampu bertahan dalam tiupan
yang menggoyahkan

Roket ini yang membawaku kemari
Menikmati perjalanan waktu
Melewati jendela-jendela
dengan berbagai cerita
Tentang perempuan pelukis bianglala
dengan sisa darahnya
Ia tambahkan beberapa bubuk pewarna rahasia
Ini rahasiaku dengannya
dan aku tak ingin mengatakannya

perempuan itu memberiku kunci ini
dan aku akan bermalam
sampai aku benar-benar
melekat diantara warna
yang tak akan pucat

Comments

Popular posts from this blog

TANGISAN MALAM

Malam datang dengan sejuta mimpi Malam ingin punya teman Teman sejati Bintang enggan datang Bulan pun begitu Mereka sibuk dengan dunianya sendiri Tenanglah malam Aku rela menjadi teman sejatimu Jangan teruskan tangisanmu Aku iba mendengarnya

KEMBALI PADA MASA LALU

Aku ingin kembali pada masa lalu Masa lalu ketika terlahir dari rahim ibuku Dimana aku mendapatkan teman sejati Teman yang tak pernah berkhianat padaku Waktu semakin berjalan Mengikuti arus bumi Umurku tak lagi panjang Dan semuanya akan berlalu Tuhan, aku ingin memutar waktu Kembali pada masa lalu Masa lalu yang indah Masa lalu yang menyenangkan Mustahil! Jika aku bisa memutar waktu Dan kembali pada masa lalu Karena waktu telah berjalan mengikuti arus bumi ini

KERRABAN SAPE

Bila aku mengingat tentang kerapan sapi Air mataku bertetesan Karena aku merasakan sakitnya pantat sapi yang dilukai dengan paku Seandainya aku yang dilukai? Mereka tak punya perasaan Sangat kejam Hanya berpikir tentang uang dan kemenangan!!! Jika pantat mereka yang dilukai Pasti mereka melapor ke polisi