Skip to main content

Pintu Waktu

Pintu merah jambu ini telah ditutup
pada kelopak malammu
dengan daun yang silih berganti gugur
dan tumbuh pada pucuk hati yang tak menentu

Kau lemparkan senyum,
lambaian tangan,
mengantarmu pergi dengan koper usang.

Aku sama sekali tak ingin mengejarmu
Sebab aku harus memasuki pintu waktu baru
menyusun glicocalyx
Hingga aku mampu bertahan dalam tiupan
yang menggoyahkan

Roket ini yang membawaku kemari
Menikmati perjalanan waktu
Melewati jendela-jendela
dengan berbagai cerita
Tentang perempuan pelukis bianglala
dengan sisa darahnya
Ia tambahkan beberapa bubuk pewarna rahasia
Ini rahasiaku dengannya
dan aku tak ingin mengatakannya

perempuan itu memberiku kunci ini
dan aku akan bermalam
sampai aku benar-benar
melekat diantara warna
yang tak akan pucat

Comments

Popular posts from this blog

Untitled

Suatu ketika, sebelum keberangkatanku ke tanah ini, Rama berkata " Berkawanlah dengan orang banyak, tak usah cari perkara. Sebab kawan yang melapangkan jalanmu". Dan semenjak itu aku semakin meyakini kekuatan tali persaudaraan dari seorang teman. Aku bahkan pernah menjalin suatu hubungan asmara (yang tidak sepatutnya terjadi) dengan teman kecilku ketika aku beranjak remaja (SMP) hingga gerbang perkuliahan. Sekian lama hubungan itu dirajut, aku baru sadar bahwa seorang teman adalah teman, bukan pacar, bisa jadi teman adalah pacar, tapi tidak semua bisa begitu. Di akhir hubungan itu, dapat ditarik kesimpulan lebih baik menjadi teman. Sebab jika awalnya "diniatkan" menjadi teman, akan susah menjadi pacar, pun sebaliknya (Anggap saja sebagai latar belakang tulisan, walaupun sedikit curhat). Main-main di Kepetingan. Seru! Di masa perkuliahan bertemu dengan banyak teman baru. Banyak pengalaman berjalan sendiri tanpa dekapan orang tua di tanah rantau. Banyak ...

HILANG

Angin menyanyi Burung menari Terbanglah ia Bagai peri kedamaian Lalu hilang Mati ditembus peluru pemburu Membusukkan kenanganYang sempat tumbuh dalam nyanyian kalbu

KERRABAN SAPE

Bila aku mengingat tentang kerapan sapi Air mataku bertetesan Karena aku merasakan sakitnya pantat sapi yang dilukai dengan paku Seandainya aku yang dilukai? Mereka tak punya perasaan Sangat kejam Hanya berpikir tentang uang dan kemenangan!!! Jika pantat mereka yang dilukai Pasti mereka melapor ke polisi