Skip to main content

Anak-anak didalam Kulkas

Anak-anak yang bersembunyi di dalam kulkas itu kegerahan sampai kencing di celana. Apa kau tak lelah memburunya?

Gemertak giginya menyanyikan irama hujan. Mengajakmu berlayar dalam botol susu sisa semalam. Ikutlah. Basi susu masih sangat nikmat dalam haus dan lengang perut yang kerontang. Atau kau hanya ingin menyelami terowongan masanya? Masa-masa perutnya menjadi kepulan gas yang akan menerbangkannya ke bulan?

Anak-anak yang bersembunyi di dalam kulkas tertawa mendengar siulanmu begitu lihai seperti abjad-abjad yang berkeliaran di pinggir jalan. Kau lucu,katanya. Seperti pelawak yang menari dengan maksud tak jelas dalam kotak-kotak hitam.

Anak-anak yang bersembunyi senang berperosot di atas kopyahmu. Mungkin sampai kau tertatih saat kakinya tak sengaja menyentuh bibir kelabumu. Kaki-kaki tak beralas tapi masih berhutan. Sebab hutan dan anak-anak masih saling bergandengan, tak seperti kau dan abjad-abjad yang bersembunyi di dalam kulkas,yang selalu menghindar,saling meninggalkan.

Comments

Popular posts from this blog

Untitled

Suatu ketika, sebelum keberangkatanku ke tanah ini, Rama berkata " Berkawanlah dengan orang banyak, tak usah cari perkara. Sebab kawan yang melapangkan jalanmu". Dan semenjak itu aku semakin meyakini kekuatan tali persaudaraan dari seorang teman. Aku bahkan pernah menjalin suatu hubungan asmara (yang tidak sepatutnya terjadi) dengan teman kecilku ketika aku beranjak remaja (SMP) hingga gerbang perkuliahan. Sekian lama hubungan itu dirajut, aku baru sadar bahwa seorang teman adalah teman, bukan pacar, bisa jadi teman adalah pacar, tapi tidak semua bisa begitu. Di akhir hubungan itu, dapat ditarik kesimpulan lebih baik menjadi teman. Sebab jika awalnya "diniatkan" menjadi teman, akan susah menjadi pacar, pun sebaliknya (Anggap saja sebagai latar belakang tulisan, walaupun sedikit curhat). Main-main di Kepetingan. Seru! Di masa perkuliahan bertemu dengan banyak teman baru. Banyak pengalaman berjalan sendiri tanpa dekapan orang tua di tanah rantau. Banyak ...

HILANG

Angin menyanyi Burung menari Terbanglah ia Bagai peri kedamaian Lalu hilang Mati ditembus peluru pemburu Membusukkan kenanganYang sempat tumbuh dalam nyanyian kalbu

KERRABAN SAPE

Bila aku mengingat tentang kerapan sapi Air mataku bertetesan Karena aku merasakan sakitnya pantat sapi yang dilukai dengan paku Seandainya aku yang dilukai? Mereka tak punya perasaan Sangat kejam Hanya berpikir tentang uang dan kemenangan!!! Jika pantat mereka yang dilukai Pasti mereka melapor ke polisi