Skip to main content

Lelaki Akar

Sebenarnya apa yang sedang disiram dua sumber pada daun wajahmu itu,hingga setiap aku melempar mata, hanya celurit bara yang kau suguhkan.

Aku tak pernah menitipkan janji pada angin,tapi kenapa  kau masih menungguku di depan toko kelontong setiap waktu. Apa hanya rute itu yang kau hafal?

Ini pertanyaan retoris,dan aku harap kau tak akan menjawabnya. Sebab aku tau, lumut tubuhmu mengakar menembus tembok-tembok jantungku. Lalu aliran darah akan mempertemukan kita pada denyut nadi yang hening. Sehening udara di pagi yang merekah, waktu aku terbiasa menangkap basah embun dan menerbangkannya kembali.

Aku tak pernah bertemu lagi dengan remahan pagiku saat akarmu kian kuat meretakkan bilikku.

Comments

Popular posts from this blog

KERRABAN SAPE

Bila aku mengingat tentang kerapan sapi Air mataku bertetesan Karena aku merasakan sakitnya pantat sapi yang dilukai dengan paku Seandainya aku yang dilukai? Mereka tak punya perasaan Sangat kejam Hanya berpikir tentang uang dan kemenangan!!! Jika pantat mereka yang dilukai Pasti mereka melapor ke polisi

KEMBALI PADA MASA LALU

Aku ingin kembali pada masa lalu Masa lalu ketika terlahir dari rahim ibuku Dimana aku mendapatkan teman sejati Teman yang tak pernah berkhianat padaku Waktu semakin berjalan Mengikuti arus bumi Umurku tak lagi panjang Dan semuanya akan berlalu Tuhan, aku ingin memutar waktu Kembali pada masa lalu Masa lalu yang indah Masa lalu yang menyenangkan Mustahil! Jika aku bisa memutar waktu Dan kembali pada masa lalu Karena waktu telah berjalan mengikuti arus bumi ini

TENTANG PANTAIKU

Hari ini jadi saksi Tinta hitam kertas putih Perahu kayu Dan burung-burung yang bersandiwara Pantaiku dikerumuni bakau Burung-burung bermain sandiwara Bersama lantunan syair berdesir dari angin semilir