Skip to main content

Ocehan Fai

Saya tahu ada tameng yang mungkin tidak sengaja berdiri diantara jarak saya denganmu. Tameng itu memang tidak begitu jelas terlihat. Tapi saya bisa merasakannya. Bukankah serendah apa pun tameng itu namanya tetap tameng?

Saya cukup tahu kita berada di jalan yang berbeda. Kamu punya misi. Sama. Saya juga. Dan diantara tameng itu mungkin kita sudah terlalu jauh berjalan membelakangi. Saya mulai mengerti.

Ayah selalu mengajari saya bagaimana menikmati pahit kesabaran, kekecewaan, dan perjuangan. Saya sudah banyak berubah. Kalau ayah bilang, saya harus berbesar hati, mungkin sekarang hati saya jauh lebih besar dari tubuh saya sendiri. Juga katanya bahwa teman yang akan melapangkan jalan saya, bahkan saking lapangnya, saya nyaris tersesat di jalan itu sendiri. Saya bisa memakluminya dengan diam. Ya, kalau dalam diam saya bisa menikmatinya, lalu kenapa saya harus berkoar-koar?

Tentang tameng yang tidak terlihat itu, saya memang membiarkannya dengan diam dan pura-pura tidak tahu. Biarlah. Mungkin ini jenis pahit lain yang tidak ayah ajarkan pada saya. Tidak begitu pahit memang, tapi sedikit mengganjal saja. Ini pelajaran dari alam yang telah menampung dan menunggui saya sejak kedatangan bahkan sampai kepulangan saya nantinya. Alam memang teman terbaik. Ya, saya tetapkan alam sebagai teman terbaik saya. Selamat hari mencintai untuk semua yang tengah merasakan kebaikan alam diantara tameng yang tidak dirasakan.

Comments

Popular posts from this blog

Untitled

Suatu ketika, sebelum keberangkatanku ke tanah ini, Rama berkata " Berkawanlah dengan orang banyak, tak usah cari perkara. Sebab kawan yang melapangkan jalanmu". Dan semenjak itu aku semakin meyakini kekuatan tali persaudaraan dari seorang teman. Aku bahkan pernah menjalin suatu hubungan asmara (yang tidak sepatutnya terjadi) dengan teman kecilku ketika aku beranjak remaja (SMP) hingga gerbang perkuliahan. Sekian lama hubungan itu dirajut, aku baru sadar bahwa seorang teman adalah teman, bukan pacar, bisa jadi teman adalah pacar, tapi tidak semua bisa begitu. Di akhir hubungan itu, dapat ditarik kesimpulan lebih baik menjadi teman. Sebab jika awalnya "diniatkan" menjadi teman, akan susah menjadi pacar, pun sebaliknya (Anggap saja sebagai latar belakang tulisan, walaupun sedikit curhat). Main-main di Kepetingan. Seru! Di masa perkuliahan bertemu dengan banyak teman baru. Banyak pengalaman berjalan sendiri tanpa dekapan orang tua di tanah rantau. Banyak ...

HILANG

Angin menyanyi Burung menari Terbanglah ia Bagai peri kedamaian Lalu hilang Mati ditembus peluru pemburu Membusukkan kenanganYang sempat tumbuh dalam nyanyian kalbu

KERRABAN SAPE

Bila aku mengingat tentang kerapan sapi Air mataku bertetesan Karena aku merasakan sakitnya pantat sapi yang dilukai dengan paku Seandainya aku yang dilukai? Mereka tak punya perasaan Sangat kejam Hanya berpikir tentang uang dan kemenangan!!! Jika pantat mereka yang dilukai Pasti mereka melapor ke polisi