Skip to main content

Jangan Berteman Mendung

Dalam hidupku kutemukan kau. Terdiam diantara kerumunan. Terbahak saat semua kebingungan. Lambungmu satu. Aku yakin itu. Tapi kau berbeda hari ini. Saat mendung memolesi langitmu. Dan tak nampak lagi terang bulan sabit di atas rautmu. Padahal kemarin baru saja kita rajut senyuman. Namun semua menghilang hari ini. Begitu cepat. Atau karena kelabu yang menghampirimu?, Jangan pernah berteman mendung, ia terlalu buram untuk hidupmu. Biarkanlah semua berlalu. Karena Tuhan masih tegak. Satu. Karena DIA maha tahu. Karena DIA masih mencintaimu. Karena padaNya semua akan kembali bersatu. Sabarlah. Masih ada pelangi yang kan datang menghiasi. Masih ada harapan yang tersirat menghantui. Dan saat mendung tlah jauh, hujan kan menetas, membawa pelangi di antara senyum yang tlah pergi menjauh.

Comments

Popular posts from this blog

KERRABAN SAPE

Bila aku mengingat tentang kerapan sapi Air mataku bertetesan Karena aku merasakan sakitnya pantat sapi yang dilukai dengan paku Seandainya aku yang dilukai? Mereka tak punya perasaan Sangat kejam Hanya berpikir tentang uang dan kemenangan!!! Jika pantat mereka yang dilukai Pasti mereka melapor ke polisi

KEMBALI PADA MASA LALU

Aku ingin kembali pada masa lalu Masa lalu ketika terlahir dari rahim ibuku Dimana aku mendapatkan teman sejati Teman yang tak pernah berkhianat padaku Waktu semakin berjalan Mengikuti arus bumi Umurku tak lagi panjang Dan semuanya akan berlalu Tuhan, aku ingin memutar waktu Kembali pada masa lalu Masa lalu yang indah Masa lalu yang menyenangkan Mustahil! Jika aku bisa memutar waktu Dan kembali pada masa lalu Karena waktu telah berjalan mengikuti arus bumi ini

TENTANG PANTAIKU

Hari ini jadi saksi Tinta hitam kertas putih Perahu kayu Dan burung-burung yang bersandiwara Pantaiku dikerumuni bakau Burung-burung bermain sandiwara Bersama lantunan syair berdesir dari angin semilir