Skip to main content

Puan yang Bermimpi Memiliki Seribu Bayang

Puan yang bermimpi memiliki seribu bayang itu tumpah di hadapan hari. Ia tak tahu bagaimana jalan sempit dilewati dan setiap kepala saling memasuki kepala-kepala lain. Kepala yang jika dirombak isinya tak lebih dari tulang belulang dan kusut otak yang lupa dipakai. Si puan harus memilih dan siap dengan segala arah, sebab diam tak jauh dari mati dan melangkah pun tak berarti memperpanjang nadi.

Bayang adalah mimpi yang ditinggalkan oleh pemiliknya di masa silam, juga adalah pengejar yang tak pernah sampai. Sedang si puan adalah pencari setiap hal, genap dan ganjil bukan alasan.


Lalu dimana harus ia gandakan setiap bayang yang pernah ditinggalkan di masa silam?, yang selalu mengejarnya namun tak pernah sampai, yang selalu ditariknya namun tak pernah tergapai. Seribu adalah nilai yang ingin dicapai si puan untuk menggenapkan kisahnya menuju kesempurnaan.


Comments

Popular posts from this blog

KERRABAN SAPE

Bila aku mengingat tentang kerapan sapi Air mataku bertetesan Karena aku merasakan sakitnya pantat sapi yang dilukai dengan paku Seandainya aku yang dilukai? Mereka tak punya perasaan Sangat kejam Hanya berpikir tentang uang dan kemenangan!!! Jika pantat mereka yang dilukai Pasti mereka melapor ke polisi

KEMBALI PADA MASA LALU

Aku ingin kembali pada masa lalu Masa lalu ketika terlahir dari rahim ibuku Dimana aku mendapatkan teman sejati Teman yang tak pernah berkhianat padaku Waktu semakin berjalan Mengikuti arus bumi Umurku tak lagi panjang Dan semuanya akan berlalu Tuhan, aku ingin memutar waktu Kembali pada masa lalu Masa lalu yang indah Masa lalu yang menyenangkan Mustahil! Jika aku bisa memutar waktu Dan kembali pada masa lalu Karena waktu telah berjalan mengikuti arus bumi ini

Catatan Akhir Perkuliahan

Saya menulis lagi. Keinginan ini sudah terpendam begitu lama, lalu saya harus mengakuinya bahwa saya seorang pemalas. Rasa malas tanpa perlawanan, tidak hanya akan singgah, tetapi menetap sampai waktu yang tidak bisa ditentukan. Satu tahun sudah saya menyelesaikan pendidikan Strata 1 di bidang teknik lingkungan. Menyelesaikan, lalu keluar dari kampus dan memasuki dunia lainnya. Satu tahun terakhir di masa perkuliahan adalah waktu yang paling menyenangkan bagi saya. Kesenangan, yang pada mulanya dibungkus dengan kesedihan dan perjuangan. Lalu saya mendapatkan banyak pelajaran dan ingin berbagi kepada sesama. Tugas akhir saya mengenai reduksi dan pengumpulan sampah rumah tangga di Kecamatan Semampir, Surabaya. Tema tugas akhir ini sebenarnya merupakan tema yang tidak sengaja dipilih atas saran dosen saya. Sebelumnya saya bertekad untuk mengambil tugas akhir di bidang perencanaan instalasi pengolahan air limbah setempat yang berhubungan dengan masyarakat, meski nilai mata kuliah di...