Skip to main content

TAK ADAKAH BELAJAR YANG MENYENANGKAN UNTUK KITA??

Pagi yang cerah. Mentari bersinar dengan cerianya. Namun sayang akhir-akhir ini kita (siswa smansa sumenep) sudah tidak bias menikmatinya lagi. Hari-hari telah kita lalui dengan belajar 9 jam, dengan laptop di tangan dan berbagai aplikasi internet. apalagi jika malam tiba, sebagian dari kita harus mengikuti tambahan pelajaran atau yang sering kita sebut dengan les. Padahal kita menginginkan trik belajar yang mengasikkan,bukan malah belajar yang membuat kita bosan. Zaman telah berubah. Kondisi pendidikan kita saat ini sudah jauh berbeda dengan pendidikan sekitar tahun 1980,aku masih ingat ketika ayahku bercerita tentang masa SMAnya. Kata beliau dahulu ketika ada pelajaran menggambar,gurunya melepas siswa ke hutan untuk menggambar. Hal ini di lakukan agar siswa bias merasa terhibur dengan pemandangan alam sembari melukisnya. Sungguh jauh berbeda dengan keadaan kita saat ini.
Saat ini untuk bertemu orang tua saja, rasanya sulit. Waktu kita telah habis di jarah pelajaran-pelajaran akademik. Aku ingin berteriak di hadapan title RSBI“kami tak suka caramu!”. “Belajar yang menyenangkan “ rasanya kami harus menghapus dalam-dalam keinginan itu. Tidak ada lagi belajar sembari tidur. Karena jika malam tiba, kita harus memilih mengikuti les atau istirahat karena tubuh kita yang rapuh. Hanya satu yang kita butuhkan,yaitu secuil hiburan. Atau paling tidak belajar menggunakan metode permainan. Misalkan praktek biologi dengan menggunakan teatrikal.
Guru-guru kita telah kehabisan ide untuk semua itu,sehingga yang mereka lakukan hanyalah berusaha agar siswanya sekedar mengerti dengan penjelasannya. Kita akui saat ini kita sangat membutuhkan belajar yang menyenangkan tersebut,untuk menghilangkan kejenuhan yang ada dalam diri.

Comments

Popular posts from this blog

Sepenggal Kisah Dua Bersaudara

Adalah cerita anak pertama dan kedua yang sangat berbeda. Akulah tokoh anak pertama itu. Panggil Fai. Semenjak aku dilahirkan aku ditakdirkan menjadi anak tunggal sampai usiaku kurang lebih 5 tahun 4 bulan. Sebagai anak tunggal ketika itu, aku merasa kesepian di rumah. Hanya ada ayah dan ibu. Ya, hanya ada tiga tokoh di rumahku. Ditambah lagi, keluargaku yang perantau, membuat kami benar-benar hanya bertiga di kota tempat aku di besarkan -Sumenep -. Tentu masih ada tetangga di sekitar rumahku,ya untunglah mereka begitu ramah dan dekat dengan keluargaku. Sayangnya, walau begitu anak-anak seusiaku ketika itu lebih banyak berjenis kelamin laki-laki. Mungkin dengan alasan itu dulu aku menjadi sedikit tomboy. Tak ada cerita bermain boneka, yang ada hanya bermain layang-layang, kelereng, kerapan sapi ( yang terbuat dari karet), dan bermain sepeda. Aku tidak suka bermain boneka, walaupun ayah suka membelikanku boneka, terhitung beberapa koleksi boneka yang pernah aku miliki, seperti pengu...

Untitled

Suatu ketika, sebelum keberangkatanku ke tanah ini, Rama berkata " Berkawanlah dengan orang banyak, tak usah cari perkara. Sebab kawan yang melapangkan jalanmu". Dan semenjak itu aku semakin meyakini kekuatan tali persaudaraan dari seorang teman. Aku bahkan pernah menjalin suatu hubungan asmara (yang tidak sepatutnya terjadi) dengan teman kecilku ketika aku beranjak remaja (SMP) hingga gerbang perkuliahan. Sekian lama hubungan itu dirajut, aku baru sadar bahwa seorang teman adalah teman, bukan pacar, bisa jadi teman adalah pacar, tapi tidak semua bisa begitu. Di akhir hubungan itu, dapat ditarik kesimpulan lebih baik menjadi teman. Sebab jika awalnya "diniatkan" menjadi teman, akan susah menjadi pacar, pun sebaliknya (Anggap saja sebagai latar belakang tulisan, walaupun sedikit curhat). Main-main di Kepetingan. Seru! Di masa perkuliahan bertemu dengan banyak teman baru. Banyak pengalaman berjalan sendiri tanpa dekapan orang tua di tanah rantau. Banyak ...

Ucapan Sederhana Anak Pertama

14 Juli 2013 pukul 13:20  " Ini hanya ucapan sederhana dari anak pertama. Ucapan anak pertama untuk ayahnya pada harinya, hari yang telah memberikan setangkai usia dari yang Kuasa. Karena anak kedua kesulitan merangakai kata, maka izinkanlah anak pertama yang mewakilinya ",   : Air mengalir// Usiamu berjalan menuju ke hilir// Mencari akhir…  Ucapan yang sama yang pernah kau berikan padaku di awal usia 14ku. Hahaha… masih ingat kan… Selamat ulang tahun,ramahku,guruku,superheroku,sahabatku.... semoga selalu diberikan keberkahan di setiap pertambahan usiamu,diberikan kesehatan,diberikan kebahagiaan. Semoga tujuan kita tercapai. Hehe..Aamiin…   Tak terasa angka 4 dan 7 hinggap di ladangmu. Ladang yang telah kau tanami segala ilmu untuk keluargamu. Rumput-rumput meranggas pada karat besi yang terus kau asah hingga tak pernah tumpul kau pakai. Rasanya kemarin usiamu baru 30-an, saat masih senang-senangnya menceritakanku raksasa tua yang tamak dan buta. Ra...