Skip to main content

GERIMIS PERTAMA

Mendung hatiku
Melihat suasana tak lagi merdu
Semua tlah hilang
Dan aku tak kuasa ingin mengulang
Ingin ku terbang
Melayang
Namun sekali lagi itu hanya khayalan
Lalu
Gerimis turun
Membasahi hatiku
Kunyanyikan suara hati
Semerdu mungkin
Namun hujan tak cepat tururn
Hanyalah gerimis yang menemaniku,
Gerimis turun kala hatiku mendung
Tak terasa aku telah larut dalam keindahannya
Hingga aku tak mampu lagi membaca
Setiap derai tawa yang terpampang darinya
Maaf,
Aku terlalu merindukan hujan
Hingga tak tahu lagi
Apa yang akan aku lakukan

Comments

Popular posts from this blog

TANGISAN MALAM

Malam datang dengan sejuta mimpi Malam ingin punya teman Teman sejati Bintang enggan datang Bulan pun begitu Mereka sibuk dengan dunianya sendiri Tenanglah malam Aku rela menjadi teman sejatimu Jangan teruskan tangisanmu Aku iba mendengarnya

KEMBALI PADA MASA LALU

Aku ingin kembali pada masa lalu Masa lalu ketika terlahir dari rahim ibuku Dimana aku mendapatkan teman sejati Teman yang tak pernah berkhianat padaku Waktu semakin berjalan Mengikuti arus bumi Umurku tak lagi panjang Dan semuanya akan berlalu Tuhan, aku ingin memutar waktu Kembali pada masa lalu Masa lalu yang indah Masa lalu yang menyenangkan Mustahil! Jika aku bisa memutar waktu Dan kembali pada masa lalu Karena waktu telah berjalan mengikuti arus bumi ini

KERRABAN SAPE

Bila aku mengingat tentang kerapan sapi Air mataku bertetesan Karena aku merasakan sakitnya pantat sapi yang dilukai dengan paku Seandainya aku yang dilukai? Mereka tak punya perasaan Sangat kejam Hanya berpikir tentang uang dan kemenangan!!! Jika pantat mereka yang dilukai Pasti mereka melapor ke polisi