Skip to main content

Tuan di Bingkai Hitam*


Tuan yang terperangkap di dalam pigura
menjamur  di usianya yang ke-sepuluh
Jamur warna-warni
menerobos dinding bangunan ini
Bangunan yang menyanyikanku
alphabet, dan angka-angka
Angka tua yang beranak pinak
jadi seribu, lalu sejuta,
dan tak pernah mati dalam usianya

Jantungnya membelah lima
tertanam di dada lelaki
yang gagah di samping kiri
Lelaki yang setia
dan tak akan pergi dari tempat ini
Menemani siapa saja
atau akan terus singgah
sampai genap janjinya.

Tuan yang terperangkap di dalam pigura
goresan abjad menemani resah lencana
di dada kiri
Dada yang sepertinya sudah berlubang,
lantaran rayap lapar tak puas
dengan kayu rampasan semalam


Tuan yang terperangkap di pigura
berdasi merah bergaris cinta
Seperti cinta ibu yang tak mampu
menanak nasi di tanggal renta
yang terlunta-lunta
Tanggal yang sepertinya akan ditendang
dari setiap kalender
di bulan malang
Bulan-bulan mandul
dengan angka yang semakin pandai bersiul

Kemarin sore aku melihat tuan
tersenyum pasi di bingkai hitam,
Aku suka senyum tuan
mungkin dipaksakan,
atas beban di pundak kanan
yang semakin menantang

Sedang seminggu yang lalu,
tuan berbincang di kotak hitam
Orang-orang bertepuk tangan,
padahal dalam hati kicau buruk
tak henti dilemparkan.

Tuan, selamat menikmati masa lalu,
saat orang-orang bertepuk tangan
atau pun demo meminta tuan
meninggalkan kursi kesayangan




         * diikutsertakan dalam kampanye sastra ITB

Comments

Popular posts from this blog

Untitled

Suatu ketika, sebelum keberangkatanku ke tanah ini, Rama berkata " Berkawanlah dengan orang banyak, tak usah cari perkara. Sebab kawan yang melapangkan jalanmu". Dan semenjak itu aku semakin meyakini kekuatan tali persaudaraan dari seorang teman. Aku bahkan pernah menjalin suatu hubungan asmara (yang tidak sepatutnya terjadi) dengan teman kecilku ketika aku beranjak remaja (SMP) hingga gerbang perkuliahan. Sekian lama hubungan itu dirajut, aku baru sadar bahwa seorang teman adalah teman, bukan pacar, bisa jadi teman adalah pacar, tapi tidak semua bisa begitu. Di akhir hubungan itu, dapat ditarik kesimpulan lebih baik menjadi teman. Sebab jika awalnya "diniatkan" menjadi teman, akan susah menjadi pacar, pun sebaliknya (Anggap saja sebagai latar belakang tulisan, walaupun sedikit curhat). Main-main di Kepetingan. Seru! Di masa perkuliahan bertemu dengan banyak teman baru. Banyak pengalaman berjalan sendiri tanpa dekapan orang tua di tanah rantau. Banyak ...

HILANG

Angin menyanyi Burung menari Terbanglah ia Bagai peri kedamaian Lalu hilang Mati ditembus peluru pemburu Membusukkan kenanganYang sempat tumbuh dalam nyanyian kalbu

KERRABAN SAPE

Bila aku mengingat tentang kerapan sapi Air mataku bertetesan Karena aku merasakan sakitnya pantat sapi yang dilukai dengan paku Seandainya aku yang dilukai? Mereka tak punya perasaan Sangat kejam Hanya berpikir tentang uang dan kemenangan!!! Jika pantat mereka yang dilukai Pasti mereka melapor ke polisi