Sumenep tidak hanya kaya dengan wisata alamnya, permainan tradisionalnya pun beragam. Mulai dari di'dindi',salodor, sampai tek-etekkan (petak umpet). Permainan ini biasanya dimainkan ketika anak-anak pulang sekolah, atau pun ketika hari libur. namun tidak menutup kemungkinan,permainan ini juga dimainkan ketika jam istirahat di sekolah berlangsung. Permainan Di'dindi' biasanya dimainkan oleh anak perempuan, namun ada pula anak laki-laki yang ikut bermain. salodor biasanya dimainkan oleh anak laki-laki, sedangkan tek etekkan sifatnya lebih umum untuk dimainkan siapa saja. Untuk memilih siapa yang akan menjaga, biasanya mereka menentukan dengan menyanyikan lagu jumpret. pertama ada telapak tangan salah seorang pemain yang dijunjung ke atas, kemudian pemain yang lain dan pemain tersebut menempelkan ujung telunjuk pada telapak tangan salah satu pemain yang tadi. setelah lagu jumpret selesai, telapak tangan akan menggenggam salah satu telunjuk. Apabila telunjuk tersebut terperangkap, maka pemain itulah yang akan menjaga terlebih dahulu. Sedangkan yang lainnya bersembunyi. Uniknya lagu Jumpret asal Sumenep ini berbeda dengan lagu Jumpret asal Sampang. Coba lihat Syair berikut:
Jumpret asal Sumenep:
Jumpret
talata mina jumpret
kalamon mo'du
kalabuan settong
artena buruk macan
buttong
bandingkan dengan Lagu Jumpret asal Sampang berikut:
Jumpret
Lang kaleng keco'
tabbuan mangko'
menta'a tanang settong
dari syair di atas dapat kita temukan perbedaan dengan jelas. secara tersirat perbedaan ini menunjukkan keanekaragaman antar kota di Madura. tidak hanya itu bahkan dalam bidang pangan dan bahasa pun berbeda. namun, perbedaan ini tidak meinmbulkan permusuhan antar masyarakat Madura.
Jumpret asal Sumenep:
Jumpret
talata mina jumpret
kalamon mo'du
kalabuan settong
artena buruk macan
buttong
bandingkan dengan Lagu Jumpret asal Sampang berikut:
Jumpret
Lang kaleng keco'
tabbuan mangko'
menta'a tanang settong
dari syair di atas dapat kita temukan perbedaan dengan jelas. secara tersirat perbedaan ini menunjukkan keanekaragaman antar kota di Madura. tidak hanya itu bahkan dalam bidang pangan dan bahasa pun berbeda. namun, perbedaan ini tidak meinmbulkan permusuhan antar masyarakat Madura.
Comments
Post a Comment