Skip to main content

Lelaki Itu

Lelaki,ketika separuh hidup ia lalui dengan menenteng keceriaan di tangan. Pada kelabu waktu, kulihat jemarinya menggapai batangan salju yang mengepul dalam genangan kecoklatan. Separuh bola ikal yang terus saja menggigil diantara nafas yang tak lagi hangat. Lelaki itu masih saja menyongsong benang putih diatas kepalanya. Tak ada duri yang runcing, hanya sebuah nasib yang bertolak darinya. Bulan yang beku bukanlah belukar dalam gelas, tatkala tubuh meronta menahan lapar. Maka kembalilah ia dalam imajinya, dengan langkah pasti, kembali ia kejar harapan dengan sedikit kemungkinan. Lelaki dengan tubuhnya yang kerut itu menghangatkan bulan yang tengah menggigil.

Lelaki dengan besi tua di kepalanya membaca waktu yang terus berlarian. Lelaki dengan gulungan kawat yang melingkari tubuhnya. Karat memang, tapi tak rapuh. Berduri tapi tak menusuk hati. Kembali ia lukiskan celurit dalam lingkar matahari. Matahari yang terbujur kaku. Kaku seperti benda ikal dalam genggamnya. Ada terompet yang bergeming meneriakkan kebebasan. Tapi tak jua ada yang mendengar. Lelaki itu menatap matahari. Matahari yang berputar-putar menebar janji yang tak kunjung datang. Datang yang seolah hanya harapan, menarikan torehan yang terpatri dalam lubuk negeri.

Comments

Popular posts from this blog

KERRABAN SAPE

Bila aku mengingat tentang kerapan sapi Air mataku bertetesan Karena aku merasakan sakitnya pantat sapi yang dilukai dengan paku Seandainya aku yang dilukai? Mereka tak punya perasaan Sangat kejam Hanya berpikir tentang uang dan kemenangan!!! Jika pantat mereka yang dilukai Pasti mereka melapor ke polisi

KEMBALI PADA MASA LALU

Aku ingin kembali pada masa lalu Masa lalu ketika terlahir dari rahim ibuku Dimana aku mendapatkan teman sejati Teman yang tak pernah berkhianat padaku Waktu semakin berjalan Mengikuti arus bumi Umurku tak lagi panjang Dan semuanya akan berlalu Tuhan, aku ingin memutar waktu Kembali pada masa lalu Masa lalu yang indah Masa lalu yang menyenangkan Mustahil! Jika aku bisa memutar waktu Dan kembali pada masa lalu Karena waktu telah berjalan mengikuti arus bumi ini

TENTANG PANTAIKU

Hari ini jadi saksi Tinta hitam kertas putih Perahu kayu Dan burung-burung yang bersandiwara Pantaiku dikerumuni bakau Burung-burung bermain sandiwara Bersama lantunan syair berdesir dari angin semilir